Tantangan Terbesar Cloud Hosting Security Tahun 2021

Banyak perusahaan sekarang mulai berlangganan cloud hosting untuk bisa bekerja dengan lebih efektif. Pekerjaan yang dikerjakan secara efisien, membuat ada banyak deadline yang bisa terpenuhi sesuai temponya. Ini membuat perusahaan menjadi lebih produktif dan sangat berguna dalam meningkatkan image company profile di mata investor maupun perusahaan partner.

Hanya saja memang masalah yang selalu mengintai dalam dunia hosting adalah mengenai masalah keamanan. Meningkatnya minat masyarakat terhadap penggunaan cloud dapat menyebabkan kegiatan hacker dan cracker menjadi semakin gencar. Tidak heran bila profesional yang bekerja dalam cyber security tengah berjuang mati-matian untuk meningkatkan sistem keamanan layanan yang mereka sediakan.

Tantangan Meningkatkan Cloud Security untuk Bisnis

Ketika para profesional tengah berusaha meningkatkan sistem keamanan cloud, maka hacker tentu tidak akan tinggal diam. Ini seperti menciptakan kompetisi antara hacker dan profesional. Tentu saja itu merupakan sebuah tantangan bagi mereka demi keamanan klien yang menggunakan layanan mereka. Beberapa tantangan yang tengah dihadapi oleh para profesional:

1. Kehilangan Data Cloud dan Kebocoran

Beberapa pengguna layanan cloud di seluruh dunia menyatakan bahwa paling tidak ada sekitar 18% indikasi adanya kebobolan dalam hal keamanan dari layanan yang mereka gunakan dalam 1 tahun terakhir. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan hanya dalam satu tahun. Ini dimungkinkan akibat kenaikan jumlah pengguna internet dalam 1 tahun terakhir.

Faktanya hampir setiap layanan yang sudah dilindungi dengan proteksi khusus tetap mengalami kebocoran data dan kehilangan data sekitar 67%. Kenyataan tersebut sedikit lebih besar dari yang diprediksikan oleh para ahli.

Bahkan ada responden yang mendapatkan ancaman terhadap data pribadi mereka sebesar 61%. Menggunakan internet menjadi hal yang menakutkan bila menggunakan layanan yang salah bukan. Itulah mengapa kamu perlu untuk mencari penyedia layanan hosting yang berkualitas dan menggunakan banyak sistem keamanan dalam menyediakan layanannya.

2. Cloud Gratis Berbahaya

Suatu layanan yang ditawarkan gratis memang sangat menggoda. Namun itu tidak berlangsung dalam dunia website. Menggunakan layanan publik yang bersifat gratis bisa sangat berbahaya ketika mulai menyimpan data yang bersifat pribadi dan penting. Bahaya yang dimaksud berkaitan dengan sistem keamanan.

Tidak heran bila ada banyak penggunanya yang mengaku telah mengalami cyber attack. Apabila kamu berniat membuat toko online yang menyertakan data diri pembeli, maka tidak disarankan untuk menggunakan layanan publik yang gratis. Ingat bahwa data pribadi dari pembeli adalah hal yang benar-benar privasi dan harus dijaga dari terjadinya kebocoran.

3. Konfigurasi Cloud yang Salah

Platform cloud yang mengalami kesalahan dalam hal konfigurasi dapat menjadi masalah yang serius dalam hal keamanan. Masalah tersebut akan diperparah saat diperbolehkan pihak luar yang tidak berwenang dapat mengakses cloud.

Faktanya setidaknya kesalahan ini pernah terjadi dan besar persentase untuk mengalami hal tersebut adalah sekitar 60%. Masalah keamanan akibat semua orang dapat mengakses platform cloud adalah sebesar 55% peluangnya. Sedangkan kemungkinan mendapatkan serangan hacker adalah sebesar 50%.

4. Migrasi Cloud

Masalah yang sering dihadapi oleh pengguna layanan hosting akan terjadi saat mengalami migrasi cloud. Proses migrasi yang rumit menjadi tantangan sendiri bagi penyedia layanan. Peningkatan keamanan pada saat migrasi hosting perlu dilakukan untuk mencegah kebocoran setiap data yang dipindahkan.

Beberapa masalah keamanan yang mungkin timbul pada saat migrasi adalah keamanan terhadap infrastruktur yang ada, pengaturan ulang terhadap security policies, dan lain-lain. Intinya proses migrasi yang bisa dilaksanakan secara instan sebenarnya merupakan tantangan tersendiri, sehingga data yang dipindahkan tidak hilang atau mengalami kebocoran.

5. Tidak Dapat Menggunakan Security Tradisional

Dalam dunia teknologi dan jaringan internet, cara yang tradisional tidak pernah bisa berfungsi lagi. Apalagi dalam bidang sistem keamanan website. Itulah mengapa sistem keamanan jaringan internet dan hosting perlu diperbarui setiap saat. Penyedia layanan internet yang tidak mau update teknologi akan menjadi ketinggalan jaman dan lama-kelamaan akan ditinggalkan konsumen.

Bahkan teknologi pengamanan yang lama tidak akan bisa berfungsi di lingkungan cloud yang baru dalam kasus tertentu. Hal tersebut membuat para pengguna untuk terus mengawasi perbaikan yang diberikan oleh penyedia layanan mereka. Fakta juga sudah membuktikan bahwa hanya sekitar 16% pengguna layanan saja yang percaya bahwa teknologi lama bisa dipakai untuk mengelola keamanan sistem yang mereka gunakan.

Dibalik tantangan tersebut, DomaiNesia selalu meningkatkan keamanan dari layanan yang diberikan kepada seluruh kliennya. Bahkan klien bisa saja melakukan upgrade terhadap sistem keamanan dari website yang mereka miliki. Beberapa pilihan sistem keamanan yang dimaksud ada yang berkaitan dengan sertifikat SSL.

Sebagai salah satu penyedia cloud hosting terbaik, DomaiNesia menawarkan beberapa layanan sertifikat SSL. Beberapa layanan tersebut adalah Let’s Encrypt, GeoTrust, Sectigo, dan Digicert. Harga yang ditawarkan kami juga selalu terjangkau.

Share ke sosial media kalian :
Share on Facebook
Facebook
Pin on Pinterest
Pinterest
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Whatsapp
Whatsapp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *