EDAN !! Cafe jamban di semarang ini bikin kontroversi

0
3568

EDAN !! Cafe jamban di semarang ini bikin kontroversi- Jika kita ingin makan di cafe atau restoran tentu kita mencari suasana yang bersih, enak dilihat, dan photogenic. Namun berbeda dengan cafe di semarang ini. Cafe ini memang bikin kita merinding dan mungkin jijik. Makanan yang disajikan di cafe jamban ini diaturuh diatas jamban jongkok. Tak heran, cafe ini langsung menuai kontroversi.

EDAN !! Cafe jamban di semarang ini bikin kontroversi

Cafe ini didesain mirip jamban tempat buang air besar. Dari wadahnya hingga tempat duduk pelanggan terbuat dari closet atau jamban. Hal ini langsung menjadi hits dan viral di media sosial menjadi kehebohan tersendiri.

Cafe jamban di semarang ini bikin kontroversi

Dari foto-foto yang beredar dimedia sosial terlihat beberapa orang pria maupun wanita bersama-sama menikmati makanan yang tersaji di kloset. Beragam pendapat dan kontroversi mengenai cafe jamban tersebut. Ada netizen yang merasa jijik dengan cafe tersebut, ada pula yang berpendapat cafe tersebut unik.

“Jika ada orang bilang itu unik maka saya bilang itu pelecehan. Jika ada yang bilang itu ide kreatif yang brillian maka saya bilang itu pembodohan dan kebablasan” tulis salah satu akun facebook.

Baru liat aja udah  woekkk… Mau muntah…” tulis salah satu netizen.

“Itu orang2 kok pd doyan ya? Saya mah boro2 ngeliat wujudnya langsung , liat foto2 ini aja langsung mual.. Ilang selera makan” Komentar netizen lainnya

Pemilik dan penggagas ide cafe jamban

Siapa pemilik dan penggagas cafe jamban / cafe closet di semarang ini ?. Digagas oleh Dr Budi Laksono yang akan ditayangkan 1 Juli nanti di Kick Andy metro tv. Lalu siapakah Dr Budi Laksono? Dilansir budihusada.org, dokter dari Semarang ini merupakan pendiri Yayasan Wahana Bakti Sejahtera yang programnya 1.500, 5.000, hingga 1 juta jamban.

EDAN !! Cafe jamban di semarang ini bikin kontroversi

Pria kelahiran Semarang, 6 Maret 1964 itu, kini tak hanya dikenal di kalangan akademisi dan pemerintah, namun juga masyarakat di dusun-dusun di Kota Semarang dan sekitarnya. Dr Budi adalah seorang dokter di Semarang, yang berupaya memutus mata rantai penyakit itu melalui program jambanisasi. encar mengampanyekan program jambanisasi keluarga di kabupaten kota di Jawa Tengah sejak 1997.

Saat itu, dia heran karena masyarakat setempat mengalami gangguan saluran pencernaan, seperti diare, desentri, tifus, gangguan saluran usus, dan hepatitis A. “Setelah saya telusuri, ternyata hanya 9,1 persen keluarga yang memiliki jamban. Alasan mereka, faktor ekonomi karena tidak mampu, tidak memiliki lahan, dan biayanya mahal.

Itulah informasi mengenai cafe yang sangat kontroversial, cafe jamban. Maukah anda mencoba makan di cafe tersebut ?

 

LEAVE A REPLY